Mensyukuri Karunia Allah dengan Aqiqah

Segala ibadah yang disyariatkan Allah mempunyai tujuan serta khasiat yang besar buat umat Islam. Shalat, misalnya, bertujuan menghindari perbuatan keji serta mungkar( QS Al- Ankabut[29]: 45). Puasa bertujuan membentuk individu Muslim yang bertakwa( QS Al- Baqarah[2]: 183). Zakat bertujuan buat mensterilkan diri serta harta barang( QS At- Taubah[9]: 103).

Demikian pula dengan haji serta ibadah yang lain, semacam kurban, aqiqah, ataupun wudhu. Seluruhnya mempunyai tujuan serta khasiat untuk manusia. Apalagi, dalam penciptaan langit serta bumi, ada hikmah untuk orang- orang yang berakal( QS Ali Imran[3]: 190- 191).

Umat Islam disyariatkan buat melakukan aqiqah pada balita yang baru dilahirkan, Paket Aqiqah Jakarta barat ialah dengan menyembelih 2 ekor kambing( domba) buat seseorang anak pria serta seekor kambing buat seseorang anak wanita.

Syariat aqiqah awal kali dicoba pada masa Nabi Ibrahim AS dikala hendak menyembelih putranya, Ismail. Setelah itu, pada masa jahiliyah, tradisi aqiqah ataupun memotong hewan buat anak yang baru dilahirkan pula sempat terjalin. Berikutnya, semenjak kehadiran Islam, segala syariat aqiqah yang berlawanan dengan Alquran diperbaiki.

Dulu, pada masa jahiliyah, apabila salah seseorang di antara kami memiliki anak, dia menyembelih kambing serta melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Hingga, sehabis Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur( menggundul) kepala sang balita, serta melumurinya dengan minyak wangi.”( HR Abu Dawud dari Buraidah).

Demikian pula diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. Dari Aisyah RA, dia mengatakan, Dulu, pada masa jahiliyah, apabila mereka beraqiqah buat seseorang balita, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah. Kemudian, kala mencukur rambut sang balita, mereka melumurkannya pada kepalanya.” Hingga, Nabi SAW bersabda, Gantilah darah itu dengan minyak wangi.”

Aqiqah sangat baik dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran balita, hari ke- 14, ataupun hari ke- 21. Tetapi, bila tidak sanggup, dapat dicoba kapan saja hingga seluruhnya siap.

Tidak hanya menyembelih hewan, dalam tradisi aqiqah ini disunahkan pula buat mencukur rambut balita serta memberinya dengan nama yang baik. Tiap anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya hingga disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, kemudian dicukur serta diberi nama.”( HR Ahmad serta Tirmidzi).

Aqiqah ini merupakan wujud syukur kepada Allah atas anugerah lahirnya seseorang anak manusia ke dunia. Syekh Nashih Ulwan dalam kitabnya Tarbiyatul Awlad fil Islam menarangkan, terdapat 7 khasiat dari aqiqah.

Awal, menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta, Ismail AS. Kedua, aqiqah memiliki faktor proteksi dari setan yang bisa mengusik anak yang terlahir itu. Ketiga, aqiqah bagaikan tebusan untuk anak buat membagikan syafaat kepada kedua orang tuanya nanti pada hari akhir.

Keempat, aqiqah ialah wujud pendekatan diri kepada Allah SWT sekalian bagaikan bentuk rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya si anak.

Kelima, aqiqah bagaikan fasilitas menampakkan rasa gembira dalam melakukan syariat Islam serta bertambahnya generasi Mukmin yang hendak perbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Keenam, aqiqah bisa menguatkan ukhuwah( persaudaraan) di antara warga. Ketujuh, aqiqah ialah fasilitas buat merealisasikan prinsip- prinsip keadilan sosial serta menghapuskan indikasi kemiskinan di dalam warga. Misalnya, daging yang dikirim kepada fakir miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *